Saturday, 16 August 2014

Puisi : Cinta Allah atau Cinta Makhluk ?

Bismillahirrahmanirrahim.

Copy paste dari status teman di Facebook. Karena menurutku bagus, jadi aku posting disini. Sebenarnya tanpa izin, tapi aku tetap tulis sumber orangnya kok. Semoga jadi berkah buat beliau setiap orang yang baca ini. Di statusnya ini tanpa judul, tapi aku sedikit menambahkan. Semoga pas dan sesuai dengan isinya.

Cinta Allah atau Cinta Makhluk ?


Cinta pada Allah itu menguatkan.
Cinta pada makhluk itu melemahkan.
Allah menjamin surga bagi siapa saja yg bisa membuktikan cintanya.
Makhluk-Nya bisa jaminkan apa? Hatinya saja gampang berbolak-balik, hari ini cinta, besok tidak.

Cinta pada Allah itu artinya mencintai Kebaikan.
Cinta pada makhluk itu belum tentu.
Kita penuhi yang Allah minta, maka bernilaikan pahala.
Kita penuhi yang Makhluk minta, belum tentu bernilai pahala. Makhluk minta harta benda, kebahagian, uang, jabatan, istri-suami, mobil, rumah, makan-minum etc. belum tentu bernilaikan pahala, terkadang sebaliknya, kita justru terjerumuskan dosa.

Cinta pada Allah, maka kau seperti jatuh cinta setiap harinya (bahagia abadi).
Cinta pada Makhluk, kau akan bahagia tapi semu dan tak tentu.
Di timpa kesusahan lalu ingat Allah, kau akan merasa kuat dan juga lega karena Allah hadir saat itu.
Di timpa kesusahan lalu ingat Makhluk, belum tentu ia hadir saat itu lalu menguatkan kita.

Kita akan temukan kebahagian yg sesungguhnya ketika kita memilih untuk Cinta pada Allah. 
Kita tersenyum sebagai bukti bahwa kita cinta Allah, lalu di balas oleh makhluknya, kebahagian kita seakan bertambah-tambah.

Menolong seseorang dalam kesusahan sebagai bukti kita cinta Allah, lalu orang itu menyanjung-nyanjung kita dan terus mengenang kita tanpa kita minta, hati terdalam kita meluapkan kebahagiaannya seraya lirih berkata, "Ya Allah, aku mencintai-Mu ya Allah."

Catatan Hati, Perjalanan Cinta Sang Penanam Nilai
Febri Fransiska, 15.8.2014