Wednesday, 1 October 2014

Diskusi Ngobrol Bareng SPJ Palembang

 

Bismillahirrahmanirrahim.

Alhamdulillah hari Minggu tanggal 28 September yang lalu, forum diskusi Ngobrol Bareng SPJ Palembang di Waroeng Steak & Shake KI-Merdeka berjalan dengan lancar. Meskipun mulainya acara agak terlambat dari waktu yang telah dijadwalkan, yaitu 12.30 WIB. Mungkin memang sudah mendarah daging kebiasaan jam karet di masyarakat kita kebanyakan. Selain itu, jumlah peserta diskusi juga kurang dari jumlah yang ditargetkan, yaitu 30 orang. Tapi ini justru membuat acara ini jadi semakin eksklusif, karena bisa jadi lebih fokus ke setiap peserta.

Sesuai judulnya, "Ngobrol Bareng SPJ Palembang" adalah acara diskusi, sharing, atau istilah masa kininya curhat-curhatan. Sambil makan siang bersama, kita semua ngobrol-ngobrol santai masalah jilbab. Permasalahan dan suka duka yang dihadapi dalam berjilbab syar'i. Dari lebih kurang 9 anggota SPJ dan 11 orang peserta diskusi, beberapa kisah perjalanan mereka menuju syar'i bener-bener membuat merinding. Bukan karena menyeramkan atau menakutkan, tapi justru menyentuh hati dan menginspirasi. Mulai dari yang dulunya tomboy kini menjadi akhwat yang cantik menawan, pernah dijauhi teman gara-gara jilbab lebar, ditentang calon pendamping, masih menguatkan hati untuk istiqomah berjilbab setiap hari, hingga mendapatkan hidayah setelah merasakan hidup di dalam bui.

Bagaimana dengan kisahku? Hahaha.... Sungguh tak seberapa dibandingkan mereka. Disana aku tidak bercerita apa-apa. Seperti biasa, karena mulutku memang sulit berkata. -___-" Lagipula mungkin tidak ada yang menarik dari perjalanan jilbabku. Wallahu'alam saat ini penampilanku sudah pantas dikatakan syar'i atau belum. Yang pasti aku masih selalu berproses menuju syar'i.

Pertama kalinya aku berjilbab, mungkin lebih tepatnya berkerudung, yaitu sejak kelas 1 SMA.