Thursday, 29 October 2015

Hati, Kenapa Mudah Goyah


Hey hati, kenapa kamu terlalu lemah, kenapa kamu mudah goyah.
Tak ingatkah dengan prinsipmu. Kemana tembok pertahananmu.
Bukankah kau hanya ingin sendiri, menanti yang pasti.
Lalu dengan kenyamanan, kau langsung lengah.
Tak cukupkah bercerita pada-Nya.
Kenapa masih mencari tempat bersandar.
Sudahlah. Kalau memang ceritanya harus diakhiri. Biarlah berakhir.
Meski sebenarnya kisah ini belum dimulai sama sekali.
Yakin, kau mampu berjalan sendiri.
Bukankah selama ini kau telah berhasil bertahan.
Kuatkan lagi niatmu. Kokohkan lagi prinsipmu.
Kesendiriamu takkan merugikan.
Jika kau benar-benar pantaskan diri kepada-Nya.
Semoga seseorang disana pun menyiapkan diri.
Dan yakinlah, Allah mengirim yang terbaik.
Tinggalkan dia, karena Dia.
Itulah keputusan terbaik.