Tuesday, 14 January 2014

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Maulid Nabi Muhammad SAW

Maulid Nabi Muhammad SAW adalah hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Menurut beberapa ulama beliau lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun Gajah. Dikenal sebagai tahun gajah karena pada tahun itu kota Mekah di serang oleh pasukan Nasrani di bawah pimpinan Abrahah. Pada waktu itu Abrahah berkendaraan Gajah. Mereka bermaksud menghancurkan Ka'bah. Namun digagalkan oleh Allah SWT.

Nama ibu Nabi Muhammad SAW adalah Siti Aminah dan ayahnya bernama Abdullah. Ayah beliau meninggal saat Nabi Muhammad SAW masih di dalam kandungan. Saat Nabi Muhammad SAW berusia enam tahun, ibunya juga meninggal dunia. Jadi Nabi Muhammad SAW tinggal bersama kakeknya Abdul Muthalib. Setelah kakena meninggal dunia, beliau tinggal bersama pamannya Abu Thalib.

Sebenarnya sebelumnya tidak pernah ada riwayat perayaan khusus pada Maulid Nabi yang diadakan oleh Nabi Muhammad SAW maupun para sahabat Nabi. Namun generasi sekarang ini banyak yang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Sebaiknya tidak dijadikan sebagai hari raya atau hari besar yang dirayakan dengan berlebih-lebihan. Karena sesungguhnya dalam Islam hari Raya hanya Idul Fitri dan Idul Adha. Sebaiknya memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW agar kita dapat lebih mengingat perjuangan beliau sehingga meningkatkan rasa cinta dan kerinduan kita kepada Nabi Muhammad SAW.

Sebelum Nabi Muhammad SAW meninggal, beliau masih mengingat dan mengkhawatirkan nasib ummatnya. Jadi tak sepantasnya kita melupakan beliau. Nabi Muhammad SAW adalah suri tauladan terbaik untuk kita semua. Jadikanlah beliau idola, karena sudah sangat jelas ketaatannya. Bukannya mengidolakan artis-artis jaman sekarang.

Ini bukan untuk menggurui, hanya untuk saling mengingatkan. Maaf jika ada kesalahan. Saya juga masih harus banyak belajar. :)

Puisi Cinta : Melupakan

Puisi Cinta

Melupakan

Kembalikan hatiku yang telah kau curi
dan menyingkirlah kau dari fikiranku.
Kau juga harus mengambil hatimu yang telah kau berikan padaku
dan kau harus menghapus aku dari fikiranmu.

Kita tak boleh menyiksa diri kita sendiri,
menyiksa batin, juga menyiksa fikiran kita.
Kita harus melupakan masa yang dulu indah,
namun kini itu semua hanya akan memperbesar luka.

Kita harus saling melupakan.
Bukalah hatimu untuk yang lain.
Aku bahagia jika kau menemukan orang yang kau cintai
dan orang yang mencintaimu.
Dan aku juga akan mencari seseorang yang dapat menggantikanmu.
Izinkan aku.
Biarlah yang dulu menjadi sebuah kenangan.
Kenangan diantara kita.

-TD- (2010)

Wednesday, 8 January 2014

Prakarya dari Koran Bekas

 Craft || Kerajinan Tangan || Koran Bekas ||

Prakarya dari Koran Bekas


Hai!!!! Buat teman-teman atau adik-adik yang lagi liburan dan gak ada kerjaan, atau lagi bingung dapet tugas dari sekolah disuruh buat prakarya dari barang-barang bekas, aku mau berbagi ide dan kreasi nih. Membuat prakarya dari koran bekas. Bahan-bahannya cuma sedikit dan sangat mdah dicari. Cara membuatnya juga mudah banget kok.

Bahan-bahan:
1. Koran bekas
2. Air
3. Tepung sagu
4. Cat air/cat poster

Cara membuat:

  1. Untuk membuat bubur koran, siapkan baskom berisi air. Robek-robek koras bekas menjadi agak kecil-kecil dan rendam di dalam air. Biarkan 1-2 hari hingga koran hancur menjadi seperti bubur.
  2. Untuk membuat lem, panaskan air secukupnya. Encerkan 1-2 sendok makan tepung sagu dengan air biasa. Lalu tuangkan sedikit demi sedikit ke dalam air rebusan sambil diaduk. Tuangkan sagu hingga mencapai kekentalan lem yang pas.
  3. Peras bubur koran hingga kandungan airnya berkurang, tambahkan lem secukupnya, lalu dicampur rata agar setelah dibentuk dan kering, bubur koran tidak hancur.
  4. Setelah adonan siap, kita bisa mulai membentuk bubur koran tersebut sesuai keinginan kita. 
  5. Kemudian jemur hingga benar-benar kering. Lamanya penjemuran tergantung terik matahari dan ketebalan bentuk yang dibuat.
  6. Setelah benar-benar kering, kita bisa mulai mewarnainya sesuka hati dengan cat air atau cat poster.

Puisi Pernikahan : Ujung Penantianku

Puisi Cinta || Puisi Pernikahan ||

Ujung Penantianku

Di ujung penantianku
Kutemukan dirimu bersanding di sisiku
Ikatan cinta suci nan syahdu
Terucap indah kau sebut namaku

Penantianku, penantianmu
Berakhir sudah kala bertemu
Kesendirianku tlah berlalu
Berganti kebersamaan diriku dirimu

Kehormatan yang kujaga selalu
Kini halal menjadi milikmu
Cintaku, cintamu
Menyatu indah di bulan madu

-TD-

Puisi Keluarga : Kemana Aku Pulang

Puisi Keluarga|

Kemana Aku Pulang


Canda tawa semakin menguap
Komunikasi kian memudar
Amarah yang terpendam mulai menyeruak
Kesunyian menyelimuti diri
Keheningan mengisi hari-hari
Menghadirkan kegelisahan hati
Aku sendiri hanya bisa diam membisu
Tak berani mengungkap apapun

Dimana cahaya yang seharusnya bersinar
Memberikan kehangatan dalam suasana
Dimana romantisme harmoni cinta
Membawa senandung keceriaan dalam bersama
Tiada kutemukan
Tiada kurasakan
Bila rumah bukan lagi tempat yang nyaman
Lalu kemana aku akan pulang
-TD-