14 July 2014

Lirik Lagu We Will Not Go Down (Song for Gaza)


We Will Not Go Down (Song For Gaza)

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they're dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who's wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight


Save Gaza #savegaza | Save Palestine #savepalestine
Pray for Gaza #prayforgaza | Pray for Palestine #prayforpalestine 

Song lyrics | Lirik lagu


06 July 2014

Cerpen : Pertemuan Singkat

Cerpen | Cerita Pendek | Cerpen Remaja | Fiksi

Pertemuan Singkat


Kulalui jalan setapak menuju ke rumah. Aku berjalan menunduk menatapi langkah-langkah kakiku. Awan mendung dan semilir angin menemani. Padahal ini masih siang, tapi langit begitu gelap. Kupercepat langkah agar sampai di rumah sebelum hujan turun. Namun di ujung gang, tak sengaja aku bertabrakan dengan seorang pria yang juga sedang berjalan terburu-buru. Beberapa buku yang kubawa pun terjatuh.

"Maaf." Ucap kami bersamaan.

Kemudian aku segera mengumpulkan buku-bukuku. Pria itu pun turut membantu. Saat pria itu menyerahkan bukuku, aku baru berani menatap wajahnya.

"Terima kasih. Maaf merepotkan." Ucapku seraya menerima bukuku darinya.
"Oh tidak apa-apa. Aku yang seharusnya minta maaf sudah menabrakmu. Tadi lari-lari takut kehujanan." Ditatapnya langit sejenak, lalu kembali berkata "Ya sudah, cepatlah sampai ke rumah sebentar lagi hujan." Ia tersenyum sebelum berbalik badan dan berlari lagi.

Sejenak aku hanya terdiam memandang punggungnya yang semakin menjauh. Namun seketika aku tersadar saat setitik air hujan mulai menetes. Aku pun segera berlari pulang.

Hujan mulai deras. Beruntung aku sudah tiba di rumah tanpa basah. Di dalam kamar, aku hanya duduk memandangi air yang mengalir di balik jendela. Tiba-tiba terlintas dalam ingatan senyuman pria tadi.

"Astaghfirullahal'adzim." Kututup mata berharap bayang senyumnya bisa terhapus dari ingatan. Pertemuan singkat itu, entah mengapa masih saja membekas.