Sunday, 20 September 2015

Diklat Prajabatan CPNS Gol. II Kemenkumham Sumsel Angkatan 2013 dan 2014

Tanggal 7 September - 10 Oktober 2015 CPNS Gol. II Kanwil Kemenkumham Sumsel angkatan 2013 dan 2014 melaksanakan Diklat Prajabatan di UPTD BP3NFI Palembang. Syarat penting untuk jadi PNS dan gaji menjadi 100%. Tanggal 7-19 September belajar di kelas dan tinggal di asrama, lalu tanggal 21 September - 7 Oktober magang atau melaksanakan aktualisasi kembali ke UPT masing-masing. Tanggal 8-10 kembali ke asrama untuk seminar dan penutupan diklat.

Angkatan 2013 terdiri dari 70 orang, dan angkatanku 11 orang. Harusnya 12, hanya saja seorang lagi sudah tersingkir karena kesalahannya sendiri. Sebaiknya gak diceritain disini, karena sekarang aku cuma mau cerita tentang prajabatan.

Dua minggu kami di asrama, hanya boleh pulang sabtu sore dan kembali lagi minggu sore. Aku tinggal di kamar A5, bersama mbak Eliza dari Cabang Rutan Muara Dua (tapi asli orang Lampung), mbak Ria dari Lapas Wanita Palembang (udah beberapa kali ketemu pas sosialisasi dan rekon BMN, lagi hamil jalan 7 bulan, suaminya juga peserta diklat dari Muara Dua), dan satu lagi Bunga dari Lapas Lahat (yang milih kamar dan mengatur isinya, maklum pacarnya panitia sekaligus peserta prajab juga dari Kanwil).

Awalnya agak kecewa dan takut karena gak bisa sekamar dengan Febri dan Sari, temen se-Lapas. Tapi ternyata tetap betah juga. Temen sekamar baik-baik banget dan gokil juga. Jadi asik-asik aja.

Kami dibagi menjadi 3 kelas, masing-masing jadi 27 orang. Aku termasuk kelas C. 9 cewek dan 18 cowok. Mereka semua baik, gokil, dan pinter-pinter. Di kelas, kami belajar ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi) diajar oleh widyaiswara dari Badan Siklat Provinsi. Untuk lebih jelas tentang ANEKA, silahkan tanya mbah Google tentang Diklat Prajabatan model baru.

Selain belajar di kelas, ada juga kegiatan olahraga pagi, dan baris-berbaris di sore hari. Semua jadwal sudah teratur, gak boleh telat. Jam 05.15 sudah harus kumpul di halaman depan untuk olahraga pagi, sampai sekitar jam 06.30. Terus jam 07.15 udah harus baris di depan ruang makan untuk sarapan, pakaian hitam putih lengkap berdasi dan tas. Selesai makan jam 08.00 langsung masuk kelas. Jam 10.00 coffee break, sekitar 15 menitan dan lanjut lagi ke kelas. Jam 12.00 baris lagi untuk makan siang. Jam 13.15 kembali ke kelas. Jam 15.00 coffee break, lanjut lagi belajar. Jam 15.45 selesai kelas dan langaung ganti baju persiapan olahraga sore. Jam 16.00 gak boleh telat. Selesai sekitar jam 17.30 dan kadang sebelum magrib. Jam 19.00 baris persiapan makan malam. Selesai makan jam 20.00 langaung lanjut apel malam. Setelah itu kembali ke kamar, acara bebas.

Dua minggu yang berasa berat dan melelahkan. Bahkan sampe nyaris sakit di hari-hari akhir.

Saturday, 19 September 2015

Terlalu mudah jatuh cinta

Terlalu mudah jatuh cinta. Cinta? Entahlah.
Aku pun gak paham perasaan apa.
Rasanya sering kali tertarik dengan non mahram.
Beginilah salahnya kalo gak bisa jaga pandangan.
Hati, kenapa terlalu mudah tertarik.
Atau mata, yang terlalu berkeliaran.

Apa mungkin ini tanda udah kepengen punya pasangan.
Entahlah. Iya juga sih, tapi....
Apalagi kalo denger cerita temen yang mau nikah, ah....
Terbayang juga, aku kapan.

Tepuk pake sebelah tangan itu susah ya.
Kapan ada tangan yang menyambut untuk bertepuk tangan riang.
Tapi kalo dengan non mahram, jangan deh.
Gak sengaja kesentuh pun, rasanya udah bersalah.

Yah, sekarang sih cuma bisa nunggu aja.
Mental, lahir, batin, insyaa Allah segera disiapkan.
Tapi kalau belum dikirim Allah, ya mau gimana.
Mungkin memang belum waktu yang tepat, belum pantas.
Hatinya berhenti aja dulu. Suka, kagum, tertarik, lirik-lirik.
Jaga hati, jaga pandangan.
Jangan suka lirik-lirik, biar hati gak tertarik.
Gak usah diliatin, kalo emang udah saatnya, ada aja yang datang.
Entah itu yang biasa diliat-liat atau justru lebih dari yang dibayangkan.
Bersiap saja. Semoga disegerakan.