Tuesday, 27 August 2013

My Love Story, First Love, Blind LDR



Blind LDR

LDR – Long Distance Relationship, semua pasti udah pada tau kan. Pasti sering denger di lagu, atau baca di twitter dan buku, atau justru pernah ngalaminnya juga? Ya, sama kayak aku. LDR adalah pengalaman pacaranku yang pertama kalinya. Aku belum pernah pacaran sebelumnya. Tapi kisah itu sudah berakhir. Lebih tepatnya kuakhiri. Karena aku udah memutuskan (insya Allah istiqomah) untuk gak mau pacaran lagi. Well, kali ini aku mau berbagi kisah masa lalu itu. Kisah yang cukup complicated dan unik juga. Atau lebih tepat dibilang “ANEH”? Whatever.

Kisah ini berawal saat aku masih duduk di bangku kelas 3 SMP semester 2. Malam itu ada cowok sms aku dengan gaya “AL4Y”. Hahahahaa. Aku gak tau dia dapet nomor hp aku dari mana, alasannya cuma ngacak-ngacak nomor doang. Dia bukan hanya sms aku, tapi juga dua orang temen sekelasku, W dan K. Justru yang pertama disms-in adalah W.

Dia juga masih kelas 3 SMP. Dia sekolah dan tinggal di Kab. Pangkalan Kerinci, Riau. Lumayan jauh juga ya dari Palembang. Awalnya kami kira yang ngasih nomor kami adalah K, karena K adalah murid baru pindahan yang kebetulan dari Riau juga. Tapi ternyata K juga gak kenal dan gak tau dengan si dia. Jadi masih menjadi misteri si dia dapet nomor kami bertiga darimana.

Kemudian ternyata K bernasib bisa ketemuan dengan si dia. Saat mau kelulusan SMP, K coba ikut tes masuk SMA unggulan di Riau yang kebetulan sama dengan si dia. Jadi disanalah mereka ketemu. Dan menurut si K, si dia itu ganteng dan imut, tapi terlihat playboy karena dikelilingi banyak cewek-cewek.

Awalnya sih dia lumayan jarang sms aku. Sejak kita masuk SMA, baru dia makin sering sms. Dia asik sih, kita nyambung banget. Makanya betah tiap hari kita smsan. Hanya SMS doang. Setelah kurang lebih 5 bulan kenalan, tiba-tiba dia nembak aku. Dan jujur aja, itu pertama kalinya aku ditembak cowok. Heemm seneng juga sih. Tapi gak serta merta aku jadi nerima dia. Saat itu dia kutolak. Alasannya karena dia jauh dan kita belum lama kenal. Aku gak tau banyak tentang dia. Bahkan wajah dan suaranya pun aku belum tau. Ya, dia gak pernah mau nelpon dan ditelpon. Alasannya gak biasa dan malu kalo ngomong. Sebenarnya sama aja sih, aku juga gitu. Dia juga gak mau diajak MMS tukeran foto. Saat itu sebenernya Facebook sudah booming. Tapi si dia gak punya. Alasannya karena gak mau mukanya pasaran dan dia gak suka maen yang begituan. Yah, alhasil aku gak punya cara untuk tau dia kayak gimana.....


Keesokan harinya setelah tragedi penembakan dan penolakan itu, kupikir dia gak bakal sms lagi. Ternyata semua masih seperti biasa. Saat itu kami memutuskan untuk jadi “Kakak – Adik”. Pasti  banyak yang pernah atau sedang ngejalanin semacam ini. Anak muda jaman sekarang, modus banget ya, hahahhh.

Setelah lima bulan berikutnya, dia nembak aku (lagi).

Saturday, 3 August 2013

Renungan pagi. Siapkah Kamu?

Siapkah Kamu?

Pernahkah kamu berpikir, sampai kapankah kamu berada di bumi ini?
Taukah kamu berapa lama lagi umurmu disini?
Akankah masih ada banyak waktu untukmu?
Ataukah esok semua akan berakhir?
Bagaimana jika Sang Khalik memanggilmu, dan kamu akan kembali pada-Nya?
Apakah sudah banyak persiapanmu untuk menghadap-Nya?
Apakah sudah cukup bekalmu menghadapi perhitungan-Nya?
Mungkinkah kamu menawar agar tak dipanggil sekarang?
Mungkinkah kamu menghindar dari panggilan-Nya?
Lalu apa yang akan kau lakukan?
Bagaimana kamu menghabiskan sisa waktumu?
Apa usahamu untuk mempersiapkan semuanya?
Tiada bolong lagikah sholatmu?
Sudah khatam dan tartilkah bacaan Qur'an mu?
Seberapa banyak harta yang telah kamu sedekahkan?
Apakah puasamu masih sia-sia menahan haus dan lapar, tanpa pahala?
Astaghfirullahal'adzim.
Na'uzubillahi mindzalik.
Teguran ini tak hanya untukmu, Kawan.
Tapi juga untukku.
Untuk kita semua.
Merasa tak pantas di surga, tapi sangat tak mampu bila di neraka.
Ya Allah, ampuni kami atas segala dosa-dosa kami.
Terimalah semua ibadah kami kepada-Mu Ya Allah.
Lindungi kami dari nikmat sesaat dunia ini.
Jauhkan kami dari panasnya api neraka-Mu.
Bila waktu kami tlah usai, ambillah kami dalam Khusnul Khotimah.
Dekatkan kami menuju surga-Mu Ya Allah.
Aamiin.......

Pengalaman Kerja Praktek (KP) / Magang yang Takkan Terlupakan

Dari tanggal 1-30 Juli 2013, aku udah menyelesaikan Kerja Praktek (KP) di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM. Anak komputer di kantor hukum? Terdengar gak nyambung. Tapi jangan salah, anak koputer mah bisa masuk mana aja. Hahahah.... Aku diletain di Divisi Pemasyarakatan. Sebenernya ini udah diceritain, cek posting sebelumnya. Kali ini aku cuma mau share kesan-kesan menyenangkan selama menjalani KP.

Pertama, awalnya aku fikir dunia kerja itu bener-bener menyeramkan. Tapi disini, fikiran tersebut hilang. Kerja yang dipikir lebih bikin stres daripada kuliah, ternyata enggak. Apap ini hanya karena aku baru ngerasainnya sebentar, atau karena aku cuma anak magang jadi gak dapet stresnya, atau memang kerja itu bener-bener menyenangkan? Entahlah. Tapi setelah KP ini aku malahan pengen cepet-cepet kerja dan tertarik untuk jadi PNS disana. Aamiin....

Kedua, pengalaman masuk penjara. Nah yang ini aku udah pernah ceritain juga sebelumnya. Ya, kalo gak diajak waktu itu, mungkin seumur hidup belum tentu bisa liat-liat lapas. Lah wong Lapas Wanita yang letaknya deket dari pusat kota dan sering dilewatin aja, aku gak tau kalo bangunan itu ternyata lapas. Baru taunya ya kemarin itu. Hahahahh.....

Ketiga, ini nih yang paling penting. Dapet temen sekaligus adek baru. Yaps. Ayu namanya. Gak nyangka aja, kenal sebulan ini berasa kenal lamaaaa banget, bisa saling berbagi berbagai cerita. Tapi semoga aja sih, perkenalannya gak sebatas sebulan ini aja. Semoga masih bisa maen-maen lagi setelah ini. Oh iya, Ayu juga ngasih kenang-kenangan yang sesuai banget dengan hal yang aku suka. Kaca, karena aku sering banget ngaca. Sama jam dinding bentuknya jam tangan gambar Liverpool, warna merah pula. Pas banget dah. Makasih adeg Ayu. :*



Sebulan disana, ada yang kurang sih. Gak dapet jodoh. Hahahah.... No! No! No! Yang kali ini kidding doang. Heheh... Oke sekian ceritanya. Wassalam.