Tuesday, 4 June 2013

Tau bahaya miras? Masih berani minum?



Tau bahaya miras? Masih berani minum?


Minuman keras atau lebih sering disebut dengan miras pasti semua sudah tau itu apa. Yaps, minuman yang mengandung alcohol dan dapat memabukkan. Kenapa miras itu seharusnya dilarang, terutama untuk anak usia < 21 tahun? Akan aku jelasin sedikit dampak miras.

Dalam Kesehatan

Kandungan alkohol di atas 40 gram untuk pria setiap hari atau di atas 30 gram untuk wanita setiap hari dapat berakibat kerusakan pada organ/bagian tubuh peminumnya. Misalnya, kerusakan jaringan lunak yang ada di dalam rongga mulut, seputar tenggorokan, dan di dalam sistem pencernaan (di dalam perut). Organ tubuh manusia yang paling rawan akibat minuman keras adalah hati atau lever. Seseorang yang sudah terbiasa meminum minuman beralkohol, apalagi dengan takaran yang melebihi batas, setahap demi setahap kadar lemak di dalam hatinya akan meningkat. Akibatnya hati harus bekerja lebih dari semestinya untuk mengatasi kelebihan lemak yang tidak larut di dalam darah. Dampak lebih lanjut adalah kelebihan timbunan lemak di dalam hati akan memakan hati sehingga selnya akan mati. Kalau tidak cepat diobati akan terjadi sirosis atau pembentukan parut yang akan menyebabkan fungsi hati berkurang dan menghalangi aliran darah ke dalam hati.

Satu hal yang paling mengerikan kalau keadaan ini tidak cepat diobati yakni berkembang menjadi kanker hati. Tidak hanya bagian lever yang akan rusak atau tidak berfungsi, bagian lain seperti otak pun bisa terganggu. Hal itu membuktikan bahwa minuman keras juga mengakibatkan penyakit yang bisa membawa kematian.

Kelebihan minuman keras menyebabkan kadar alkohol di dalam darah lebih meningkat, disusul kerusakan sel-sel syaraf yang berfungsi membangun blok-blok otak. Kalau saja kandungan alkohol di dalam otak lebih dari 0,5%, pemiliknya akan mudah dan cepat terkena stroke, kemudian menyebabkan koma dan berakhir dengan kematian yang cukup tragis dan menyedihkan. Kalaupun dampaknya tidak stragis itu, minimal kelumpuhan akan terjadi dan sukar untuk disembuhkan kembali karena sel-sel otak sudah rusak. Selain itu juga bisa terjadi osteoporosis atau pengeroposan tulang.

Dampak yang sangat membahayakan bagi peminum alkohol adalah mempercepat fase menopause pada wanita dan gangguan nyeri ataupun gejala membahayakan lainnya pada saat datang bulan (haid). Sementara bagi wanita hamil yang banyak minum alkohol melalui minuman keras, salah satu akibat yang mengerikan adalah apa yang disebut fetal alcohol syndrome yang antara lain bayi yang akan dilahirkannya mengalami retardasi mental. Minuman keras, apalagi yang dibuat setempat dengan nama tuak, ciu, dan sebagainya, bisa lebih berbahaya. Hal ini karena pembuatannya tidak terkontrol secara baik, juga penggunaan bahan baku yang tidak murni dan tidak benar. Di dalamnya bukan saja akan terkandung etil-alkohol (etanol) yang sesuai dengan persyaratan, tetapi juga metil-alkohol (metanol) yang berbahaya bagi kesehatan.


Dalam Sosial

Seperti yang sering kita dengar di berita, baik di televisi, radio, ataupun media cetak, begitu banyak kejahatan, kecelakaan, pemerkosaan, dan berbagai masalah yang disebabkan oleh miras. Misalnya kasus kecelakaan lalu lintas yang sempat menghebohkan beberapa waktu lalu dengan tersangka model seksi majalah pria dewasa, Novi Amalia, yang menabrak tujuh orang di daerah Taman Sari, Jakarta Barat. Ternyata pengemudi dalam keadaan mabuk.

Sebenarnya  kalo search di mbah Google berita miras, pasti bakal banyak banget deh muncul contoh kasus-kasus kejahatan akibat miras. Pada jumlah yang sangat terbatas seperti dilakukan oleh masyarakat di dalam acara keluarga, upacara keagamaan seperti pesta perkawinan, syukuran, atau penyambutan tamu keluarga dalam santap malam, minuman keras tidak akan membawa bahaya. Akan tetapi jika diminum dalam jumlah yang berlebihan, bukan saja bahaya yang timbul serta berkembang menjadi keributan, bahaya-bahaya lainnya siap menanti. Dari dampak-dampak tersebut, jelas terlihat miras itu lebih banyak mudharatnya atau negatifnya. Yakin masih mau minum miras? Orang cerdas tentu gak mau merusak dirinya.

Sayangnya sekarang ini masih banyak yang menganggap miras suatu hal yang biasa, dianggap tak terlalu berbahaya dibandingkan dengan narkoba. Buktinya penjualan dan peredarannya pun belum diatur secara sah. Minuman keras dapat ditemui dengan mudah dimana saja, seperti di minimarket yang makin menjamur di setiap pelosok daerah, supermarket, bahkan warung kecil. Parahnya lagi minuman-minuman tersebut tidak diletakkan pada tempat yang tertutup. Kebanyakan miras diletakkan sejajar di etalase yang sama dengan minuman ringan lainnya. Begitu mudah terlihat. Bagaimana kalau ada anak kecil yang tak mengerti dan tak diawasi orang tua, saat ingin membeli minuman, ia malah mengambil miras. Pedagang pun tak melarang pembelian miras untuk anak di bawah umur. Hanya demi mencari keuntungan, moral anak bangsa tak dilindungi.

Jadi yah seharusnya sih, para pengusaha-pengusaha itu mikirin nasib anak bangsa. Dan gak cuma pengusaha, pemerintah dan aparat juga harus turut andil besar. Pasti sudah banyak yang tau bahaya-bahaya miras, bahkan lebih dari penjelasan singkat di atas. Untuk yang > 21 tahun sih udah dewasa, mereka tau bahayanya, mereka sendiri tanggung resikonya. Tapi untuk generasi < 21 tahun, mungkin sebagian masih ababil, masih mencari jati diri, berani coba-coba berbagai hal. Nah yang seperti ini mesti dilindungi. Kalo mereka tak diizinkan membeli, mereka takkan bisa minum, maka takkan rusaklah generasi bangsa ini.