Wednesday, 28 October 2015

"Dengan anak saya mau gak?"

Kemarin siang di kantor, habis dari ruang TU minta nomor surat, pas keluar gak sengaja papasan dengan seorang Bapak.


"Eh si Tiara, sini dulu yok. Lagi sibuk gak?"

"Gak juga sih Pak."

Kemudian si Bapak ngajak ikut ke ruangannya dan duduk ngobrol-ngobrol di sofa.

"Tiara, kata ibunya belum punya pacar ya?"

"Eng...belum Pak" *Mulai menebak-nebak arah perbincangan*

"Dengan anak saya mau gak?"

"Eng...gak tau Pak." *Nah lho, bingung mau jawab apa*

"Kenapa? Mau nyari orang Palembang ya? Eh tapi ibunya Jawa kan, atau mau yang Jawa juga?"

"Gak juga sih Pak, sedapetnya aja." *Gak bisa berenti senyum-senyum kebingungan*

"Beneran belum punya pacar? Udah ada kali ya."

"Belum ada Pak."

"Yaudah sama anak saya aja, nanti saya bilang sama ibunya"

"Hehe...gak tau Pak." *Gak kepikiran jawaban lain*

"Yaudah. Dipikir-pikirlah dulu aja ya."

"Oh, iya Pak. Yaudah, Tiara permisi dulu ya Pak."

"Iya."

Perbincangan pun selesai, kemudian aku tutup pintu dan pergi. Masih dengan kebingungan, nahan senyum, dan pengen ketawa ngakak. Hahaha....


Sebenarnya bukannya nolak, cuma bingung aja mesti gimana. Lha wong dengan Bapaknya juga baru kenal, dengan anaknya mah boro-boro kenal, tau dan lihat pun gak pernah. Kalo si Bapak bilangnya coba dikenalin dulu, mungkin sih gak masalah kenal-kenalan dulu aja. Lha ini langsung ditanya mau gak, kayak udah langsung deal, jadi atau gak. Yah bingunglah jawabnya gimana.


Sebenarnya di umur segini, keinginan untuk menuju ke arah sana (menikah) itu udah ada. Apalagi kalo dapet undangan nikah si ini si itu, langsung kepikiran "gue kapan...." Hahaha.


Tapi yah gimana, lha wong calonnya belum ada. Emangnya udah siap? Gak akan pernah siap kalo gak dicoba. Betul kan. Dan urusan calonnya, biar Allah yang urus. Kitanya sih siap-siap aja. Bila waktunya sudah tepat, Allah langsung kirim pasangannya. Insyaa Allah, Aamiin.