Sunday, 9 August 2015

Kerja di Hari Raya Idul Fitri

(Latepost Banget) 

Lebaran Idul Fitri tahun ini benar-benar berbeda jauh dengan lebaran tahun-tahun sebelumnya. Pertama kalinya lebaran jauh dari keluarga. Terpaksa gak bisa ikut keluarga mudik karena mendapat tugas hari raya. Sebagai pegawai Lapas, ini memang bagian dari resikonya. Di Lapas, gak ada libur lebaran. Aku dan staf-staf lain mendapat jadwal bantuan jaga karena saat lebaran banyak keluarga residen (sebutan buat napi) yang mau besukan. Dari tanggal merah 16-21 Juli, aku hanya dapet libur tanggal 18 dan 20. Staf dibagi menjadi 2 regu yang bertugas di lebaran hari pertama sampai keempat jam 09.00 - 16.00. Aku masuk regu pertama dan bertugas di hari lebaran pertama dan ketiga. Tanggal 16 dan 21 semua staf tetap masuk. Bener-bener gak ada istilah tanggal merah karena tetap masuk kerja.

Awalnya Ibu dan Ayah maksa-maksa nyuruh ikut mudik dan mau nemuin Kalapas untuk minta izin. Tapi setelah adegan drama, aku nangis-nangis, marah-marah, akhirnya mereka luluh juga. Yah, selama ini aku memang belum pernah ditinggal sendirian. Jadi mereka gak tega ninggalin aku sendirian di rumah, apalagi gak bisa ikut lebaran bersama keluarga. Ditambah lagi aku yang selama ini pergi-pulang kerja diantar-jemput, jadi bingung gimana nantinya kalo sendirian. Ujungnya aku minta tolong teman kerja untuk nganter-jemput. Jadi ngerepotin orang. Huuhh.

Di hari lebaran, aku ikut Sholat Id di Lapas bersama para residen. Berangkat jam 6an dari rumah. Alhamdulillah gak ketinggalan. Setelah sholat terus halal-bihalal dengan para pegawai. Tugasku belum dimulai karena jam besukan baru dibuka jam 09.00. Jadi kami mampir dulu ke rumah dinas kalapas. Kalapas ngadain open house. Lumayan sekalian sarapan. Hahaha.... Setelah itu ke rumah dinas Pak Suparman, Kasubsi Pembinaan. Disini mantap euy, ada ice cream. Seember pula. Gak pake malu-malu buat nambah. Hahaha....

Halal bihalal residen dan pegawai setelah Sholat Id

Selesai acara sanjo (berkunjung ke rumah-rumah saat lebaran), tugas pun dimulai. Awalnya dikira bakal sepi karena udah jam 9 lewat belum ada kunjungan. Mungkin keluarga napi masih siap-siap, atau masih sanjo di sekitaran rumahnya, atau ziarah dulu. Setelah agak siangan, mulailah rame kunjungan yang datang. Kami berbagi tugas. Aku dan Sari registrasi kunjungan, Dimas dan Kak Dio dibantu Bakri dan Muriski (residen) memeriksa barang bawaan dan pengunjung cowok, 3 ibu-ibu bertugas periksa kunjungan cewek, dan Jaka (residen) bertugas di parkiran. Kami cukup kewalahan karena yang besuk satu napi bisa sampai sepuluh anggota keluarga. Ruang tunggu kunjungan yang biasanya lengang, ini jadi rame dan berisik banget.

Menghadapi pengunjung mesti bisa sabar, karena banyak pengunjung yang susah menuruti aturan. Misalnya gak bawa tanda pengenal tapi maksa untuk bisa masuk, dengan alasan sudah jauh-jauh datang, atau kasian pengen banget ketemu keluarganya di dalam. Ada juga pengunjung yang gak mau menitipkan barang-barang yang gak boleh dibawa masuk, seperti HP. Dan masih banyak lagi tingkah pengunjung yang kadang bikin dongkol. Tapi demi tugas, mesti bener-bener ngikutin prosedur dan aturan.

Setelah jam 15.30, warung pun ditutup. Hahahh. Kunjungan di tutup di nomor antrian 33. Nomor antriannya sih gak terlalu banyak, tapi orang-orangnya, behhhh. Satu rombongan ada 2-15 orang, kebanyakan sih lebih dari 5. Makanya hari ini bener-bener melelahkan sekaligus menyenangkan juga. Karena pertama kalinya kerja di hari lebaran, jadi tetap semangat.

Oh iya, aku juga ketemu temen SMP yang mau besuk suaminya. Kasian juga, ternyata ada keluarga orang yang ku kenal yang jadi residen di dalam. Semoga gak ada keluarga, teman-teman, atau orang yang kukenal jadi resident di dalam.

Sekian dulu cerita tugas di hari raya. Kalo yang hari ketiga lebaran, hari Minggu, gak terlalu rame kunjungan. Jadi kita banyak nyantai-nyantai, foto-foto, ngemil-ngemil, dan ngobrol-ngobrol bareng resident yang bertugas di luar. Lumayan seru juga dan gak terlalu melelahkan.


#LapasNarkotikaPalembang #Polsuspas #Kemenkumham