There are so many unspoken words inside my head. My mind never stops talking, but my mouth doesn't have voice. This blog is just like my e-diary.
18 December 2014
Berakhir atau Terus Berlanjut
Saat membaca buku atau menonton film yang sangat menarik bagimu, kau pasti akan sangat penasaran menantikan bagaimana kisah selanjutnya dan bagaimana kisahnya akan berakhir. Tapi ketika kita sudah sampai di penghujung kisahnya, kita akan merasa tak ingin berakhir. Lalu harus bagaimana kisah si aktor. Haruskah berakhir atau terus berlanjut. Tapi kalau terus berlanjut begitu, berarti sebuah kisah takkan pernah ada ujungnya. Akankah akan tetap menarik jika terus-menerus begitu. Atau lebih baik biarkan saja berakhir, lalu kau bisa mengulang kisahnya saja dari awal kembali. Tapi akankah juga masih tetap menarik bila berulang-ulang kali. Ah, entahlah. Terkadang memang membingungkan. Buku atau film yang menarik akan sangat menarik bila tak segera habis. Tapi juga akan menjadi membosankan bila kisahnya terlalu dipanjang-panjangkan. Jadi, menurutku lebih baik akhiri saja secukupnya. Secukupnya pasti membingungkan seperti apa. Intinya sih berakhir saja sebagaimana mestinya kisah itu akan berakhir. Kisah yang menarik tentu akan meninggalkan kesan. Nah, kesan itulah yang takkan berakhir di benak kita. Jadi, takkan menjadi membosankan kan. Yah, mungkin.
16 December 2014
Cerpen : Calon Kekasih untuk Rina
"Nak, bagaimana kabar dia sekarang?"
Makan malam baru saja dimulai. Tapi tanpa tedeng aling-aling ayah bertanya tepat saat Rina akan memasukkan suapan pertama ke mulutnya. Ibu dan adiknya hanya terdiam memandang keduanya. Rina tentu tahu siapa dia yang dimaksud ayahnya. Ia mengurungkan niat untuk menyuapkan makanan ke mulutnya. Rina terdiam sejenak menatap sang ayah yang masih bisa dengan santainya mengunyah makanannya, seolah tak menyadari pertanyaan tersebut telah merusak suasana makan malam.
"Yah,...." Rina baru akan menjawab pertanyaan ayah, tapi ibu segera memotongnya.
"Makanlah dulu, Nak."
Ibu tahu jika pembicaraan suami dan putrinya ini diteruskan, maka makan malam hari ini akan menjadi debat kusir ayah dan anak. Ibu tidak mau putrinya kehilangan selera makan dan tak mau menyantap makanannya. Ibu melirik ayah sekilas, seolah memberikan isyarat untuk melanjutkan pembicaraan nanti seusai makan malam.
Selanjutnya, hanya denting sendok dan piring beradu sesekali terdengar. Semua anggota keluarga hanya diam menyantap makanan masing-masing. Permasalahan ini memang cukup genting. Rina, gadis yang sudah berusia awal kepala tiga ini tak kunjung dinikahi kekasihnya setelah hampir tujuh tahun mereka bersama. Hal inilah yang membuat ayah mengkhawatirkan putrinya. Apalagi Dika, adik Rina, sudah berencana untuk menikah dengan pacarnya dalam waktu dekat.
08 December 2014
Puisi : Halaman Terakhir
Halaman Terakhir
Kukira semuanya belum berakhir
Tapi ternyata sudah melewati halaman terakhir
Akankah ada serial selanjutnya
Atau inilah akhir kisahnya
Tak pernah terfikirkan
Kemana si aktor utama
Semua menghilang tak berjejak
Tapi beginilah seharusnya
Untuk apa masih membuka buku yang sudah usai dibaca
Akhir ceritanya tak jua kan berubah
Bisakah kukoyak saja halamannya
Agar tak ada akhir dari kisah
Atau harus kutulis lagi kelanjutannya
Biar bisa diatur sesukanya
Lelah kutatap buku ini
Tak lagi berkata
Tak lagi bercerita
Harusnya ku cari buku lain
Yang akan bercerita lagi
Tapi akankah lebih menarik
Atau justru hanya akan membosankan
Tiada yang tahu kisahnya tanpa membuka lembaran halaman
Akhirnya kusudahi saja
Kututup buku dan kusimpan saja dalam lemari.
Subscribe to:
Posts (Atom)