12 October 2015

Kuasa Menghancurkan Kenyamanan

Ketika kepatuhan mengalahkan keinginan.
Ketika kuasa menghancurkan kenyamanan.
Ditarik paksa. Diseret pergi.
Saat cengkraman tak mampu menahan.
Bahkan teriakan pun tak lagi didengar.
Tak ingin mengikuti, tapi tiada daya lagi.
Hanya mengalah, menyerah.
Beri saja waktu hingga sanggup menerima.
Entah keikhlasan itu kapan akan tiba.
Dan rasa sakit entah kapan sirna.

20 September 2015

Diklat Prajabatan CPNS Gol. II Kemenkumham Sumsel Angkatan 2013 dan 2014

Tanggal 7 September - 10 Oktober 2015 CPNS Gol. II Kanwil Kemenkumham Sumsel angkatan 2013 dan 2014 melaksanakan Diklat Prajabatan di UPTD BP3NFI Palembang. Syarat penting untuk jadi PNS dan gaji menjadi 100%. Tanggal 7-19 September belajar di kelas dan tinggal di asrama, lalu tanggal 21 September - 7 Oktober magang atau melaksanakan aktualisasi kembali ke UPT masing-masing. Tanggal 8-10 kembali ke asrama untuk seminar dan penutupan diklat.

Angkatan 2013 terdiri dari 70 orang, dan angkatanku 11 orang. Harusnya 12, hanya saja seorang lagi sudah tersingkir karena kesalahannya sendiri. Sebaiknya gak diceritain disini, karena sekarang aku cuma mau cerita tentang prajabatan.

Dua minggu kami di asrama, hanya boleh pulang sabtu sore dan kembali lagi minggu sore. Aku tinggal di kamar A5, bersama mbak Eliza dari Cabang Rutan Muara Dua (tapi asli orang Lampung), mbak Ria dari Lapas Wanita Palembang (udah beberapa kali ketemu pas sosialisasi dan rekon BMN, lagi hamil jalan 7 bulan, suaminya juga peserta diklat dari Muara Dua), dan satu lagi Bunga dari Lapas Lahat (yang milih kamar dan mengatur isinya, maklum pacarnya panitia sekaligus peserta prajab juga dari Kanwil).

Awalnya agak kecewa dan takut karena gak bisa sekamar dengan Febri dan Sari, temen se-Lapas. Tapi ternyata tetap betah juga. Temen sekamar baik-baik banget dan gokil juga. Jadi asik-asik aja.

09 August 2015

Kerja di Hari Raya Idul Fitri

(Latepost Banget) 

Lebaran Idul Fitri tahun ini benar-benar berbeda jauh dengan lebaran tahun-tahun sebelumnya. Pertama kalinya lebaran jauh dari keluarga. Terpaksa gak bisa ikut keluarga mudik karena mendapat tugas hari raya. Sebagai pegawai Lapas, ini memang bagian dari resikonya. Di Lapas, gak ada libur lebaran. Aku dan staf-staf lain mendapat jadwal bantuan jaga karena saat lebaran banyak keluarga residen (sebutan buat napi) yang mau besukan. Dari tanggal merah 16-21 Juli, aku hanya dapet libur tanggal 18 dan 20. Staf dibagi menjadi 2 regu yang bertugas di lebaran hari pertama sampai keempat jam 09.00 - 16.00. Aku masuk regu pertama dan bertugas di hari lebaran pertama dan ketiga. Tanggal 16 dan 21 semua staf tetap masuk. Bener-bener gak ada istilah tanggal merah karena tetap masuk kerja.

Awalnya Ibu dan Ayah maksa-maksa nyuruh ikut mudik dan mau nemuin Kalapas untuk minta izin. Tapi setelah adegan drama, aku nangis-nangis, marah-marah, akhirnya mereka luluh juga. Yah, selama ini aku memang belum pernah ditinggal sendirian. Jadi mereka gak tega ninggalin aku sendirian di rumah, apalagi gak bisa ikut lebaran bersama keluarga. Ditambah lagi aku yang selama ini pergi-pulang kerja diantar-jemput, jadi bingung gimana nantinya kalo sendirian. Ujungnya aku minta tolong teman kerja untuk nganter-jemput. Jadi ngerepotin orang. Huuhh.

Di hari lebaran, aku ikut Sholat Id di Lapas bersama para residen. Berangkat jam 6an dari rumah. Alhamdulillah gak ketinggalan. Setelah sholat terus halal-bihalal dengan para pegawai. Tugasku belum dimulai karena jam besukan baru dibuka jam 09.00. Jadi kami mampir dulu ke rumah dinas kalapas. Kalapas ngadain open house. Lumayan sekalian sarapan. Hahaha.... Setelah itu ke rumah dinas Pak Suparman, Kasubsi Pembinaan. Disini mantap euy, ada ice cream. Seember pula. Gak pake malu-malu buat nambah. Hahaha....