10 November 2015

Lirik Lagu Terima Kasih Karena Kau Mencintaiku - The Rain

Terima Kasih Karena Kau Mencintaiku

Kau selalu di hatiku
Mengisi ruang dan waktuku
Tetaplah bersamaku
Sampai kita tak sanggup lagi

Bila tak sengaja diriku menyakitkanmu
Beri isyarat padaku
Agar cepat kumohon maaf padamu

Reff:
Di saat indah dan sedih
Tulus kau temani aku
Walau kadang kau mengiris perih di hatiku
Terima kasih karena kau mencintaiku

07 November 2015

Puisi / Doa : Maha Cinta


Maha Cinta

Ya Allah, Wahai Zat yang memiliki hamba-Nya
Wahai Sang Maha Pencipta
Hamba telah melakukan kesalahan yang luar biasa
Hamba telah sombong
Hamba telah melanggar apa yang Engkau larang
Hamba telah membiarkan diri hamba mendekati zina
Ampuni hamba Ya Rabb

Wahai Sang Maha Cinta
Yang menumbuhkan perasaan indah yang hamba alami sekarang
Kalau boleh, hamba mencintai dia dalam diam seperti dulu Fatimah mencintai Ali
Hamba mohon kuatkan hamba untuk bersabar
Untuk ikhlas menerima apapun yang terjadi dengan kami nantinya

Ya Rabb, Engkau adalah sebaik-baik penolong
Engkau yang Maha Memberi Hidayah
Engkau yang Maha memisahkan dan mempersatukan
Kalau Engkau berkenan, persatukan kami dengan cara yang paling indah
Pertemukan hamba dengan dia ketika dia sudah siap menjadi imam hamba nanti



@filmmakermuslim
Want Production
Daarul Qur'an
Cinta Subuh 2 - Maha Cinta

28 October 2015

Cerpen : "Dengan anak saya mau gak?"

Kemarin siang di kantor, Yaya keluar dari ruang TU setelah selesai minta nomor surat, kemudian gak sengaja papasan dengan seorang Bapak Kepala Bagian yang ruangannya tepat di depan ruang TU.

"Eh si Yaya, sini dulu yok. Lagi sibuk gak?"
"Gak juga sih Pak."

Kemudian si Bapak ngajak Yaya ikut ke ruangannya dan duduk ngobrol-ngobrol di sofa.
"Yaya, kata ibunya belum punya pacar ya?"
"Eng...belum Pak" (Mulai menebak-nebak arah perbincangan)
"Dengan anak saya mau gak?"
"Eng...gak tau Pak." (Nah lho, bingung mau jawab apa)
"Kenapa? Mau nyari orang Palembang ya? Eh tapi ibunya Jawa kan, atau mau yang Jawa juga?"
"Gak juga sih Pak, sedapetnya aja." (Gak bisa berenti senyum-senyum kebingungan)
"Beneran belum punya pacar? Udah ada kali ya."
"Belum ada Pak."
"Yaudah sama anak saya aja, nanti saya bilang sama ibunya"
"Hehe...gak tau Pak." (Gak kepikiran jawaban lain)
"Yaudah. Dipikir-pikirlah dulu aja ya."
"Oh, iya Pak. Yaudah, Yaya permisi dulu ya Pak."
"Iya."