28 October 2015

Cerpen : "Dengan anak saya mau gak?"

Kemarin siang di kantor, Yaya keluar dari ruang TU setelah selesai minta nomor surat, kemudian gak sengaja papasan dengan seorang Bapak Kepala Bagian yang ruangannya tepat di depan ruang TU.

"Eh si Yaya, sini dulu yok. Lagi sibuk gak?"
"Gak juga sih Pak."

Kemudian si Bapak ngajak Yaya ikut ke ruangannya dan duduk ngobrol-ngobrol di sofa.
"Yaya, kata ibunya belum punya pacar ya?"
"Eng...belum Pak" (Mulai menebak-nebak arah perbincangan)
"Dengan anak saya mau gak?"
"Eng...gak tau Pak." (Nah lho, bingung mau jawab apa)
"Kenapa? Mau nyari orang Palembang ya? Eh tapi ibunya Jawa kan, atau mau yang Jawa juga?"
"Gak juga sih Pak, sedapetnya aja." (Gak bisa berenti senyum-senyum kebingungan)
"Beneran belum punya pacar? Udah ada kali ya."
"Belum ada Pak."
"Yaudah sama anak saya aja, nanti saya bilang sama ibunya"
"Hehe...gak tau Pak." (Gak kepikiran jawaban lain)
"Yaudah. Dipikir-pikirlah dulu aja ya."
"Oh, iya Pak. Yaudah, Yaya permisi dulu ya Pak."
"Iya."

12 October 2015

Kuasa Menghancurkan Kenyamanan

Ketika kepatuhan mengalahkan keinginan.
Ketika kuasa menghancurkan kenyamanan.
Ditarik paksa. Diseret pergi.
Saat cengkraman tak mampu menahan.
Bahkan teriakan pun tak lagi didengar.
Tak ingin mengikuti, tapi tiada daya lagi.
Hanya mengalah, menyerah.
Beri saja waktu hingga sanggup menerima.
Entah keikhlasan itu kapan akan tiba.
Dan rasa sakit entah kapan sirna.

20 September 2015

Diklat Prajabatan CPNS Gol. II Kemenkumham Sumsel Angkatan 2013 dan 2014

Tanggal 7 September - 10 Oktober 2015 CPNS Gol. II Kanwil Kemenkumham Sumsel angkatan 2013 dan 2014 melaksanakan Diklat Prajabatan di UPTD BP3NFI Palembang. Syarat penting untuk jadi PNS dan gaji menjadi 100%. Tanggal 7-19 September belajar di kelas dan tinggal di asrama, lalu tanggal 21 September - 7 Oktober magang atau melaksanakan aktualisasi kembali ke UPT masing-masing. Tanggal 8-10 kembali ke asrama untuk seminar dan penutupan diklat.

Angkatan 2013 terdiri dari 70 orang, dan angkatanku 11 orang. Harusnya 12, hanya saja seorang lagi sudah tersingkir karena kesalahannya sendiri. Sebaiknya gak diceritain disini, karena sekarang aku cuma mau cerita tentang prajabatan.

Dua minggu kami di asrama, hanya boleh pulang sabtu sore dan kembali lagi minggu sore. Aku tinggal di kamar A5, bersama mbak Eliza dari Cabang Rutan Muara Dua (tapi asli orang Lampung), mbak Ria dari Lapas Wanita Palembang (udah beberapa kali ketemu pas sosialisasi dan rekon BMN, lagi hamil jalan 7 bulan, suaminya juga peserta diklat dari Muara Dua), dan satu lagi Bunga dari Lapas Lahat (yang milih kamar dan mengatur isinya, maklum pacarnya panitia sekaligus peserta prajab juga dari Kanwil).

Awalnya agak kecewa dan takut karena gak bisa sekamar dengan Febri dan Sari, temen se-Lapas. Tapi ternyata tetap betah juga. Temen sekamar baik-baik banget dan gokil juga. Jadi asik-asik aja.