Sunday, 24 April 2016

Cerpen Fiksi : Pelangi & Rubik

Hai Rubik, apakah kau masih penuh warna? Apakah kau masih saja rumit? Apakah aku mampu menyelesaikanmu? Kapan warna-warna itu kembali menyatu? Rasanya aku menyesal telah mengacak-acaknya. Aku tak mampu mengembalikan lagi semuanya. Kau masih terlalu rumit. Membingungkan. Aku mulai lelah mencoba.

Oh ya, aku masih melengkung di atas sini. Warna-warniku masih terlihat, meskipun sudah mulai pias. Rintik hujan sudah berhenti. Dan matahari sudah akan pulang menuju Barat. Sebentar lagi mungkin aku juga akan pulang. Aku belum tahu kapan akan datang lagi. Tak usah menunggu. Haha. Memangnya kau menungguku? Kurasa tidak.

Tapi aku akan tetap mencarimu saat aku kembali muncul. Aku masih penasaran ingin menyelesaikan semua warnamu. Andai aku bisa datang sesukaku. Mungkin aku akan lebih cepat berhasil menyelesaikannya karena bisa selalu mencoba. Sayangnya aku bergantung pada hujan dan matahari. Tapi lihat saja nanti, aku pasti bisa menyatukan semua warnamu lagi. Haha.

Sahabatmu,
-Pelangi-