17 July 2026

Aku Iri

Aku iri.

Aku menyadari perasaan ini muncul beberapa tahun belakangan. Berawal dari grup FB. Saat itu follow group TB Tulang di FB, buat baca-baca info orang-orang yang punya penyakit sama dan gimana kondisi mereka. Pas awal gabung pernah beberapa kali ikut reply di postingan orang. Tapi lama-lama cuma jadi silent reader terus makin lama udah ga mau lagi baca juga.

Seharusnya grup ini bisa memotivasiku, tapi nyatanya ga. Banyak orang operasinya berhasil, sembuh, balik normal lagi, tapi aku ga. Ya memang ada juga yang jadi lumpuh dan mungkin ada juga beberapa yang lebih parah dari kondisiku. Tapi mereka juga tidak ada yang aktif posting atau comment. Hanya orang-orang yang sembuh yang posting. Postingan dengan kata-kata "semangat sembuh" dengan video atau foto mereka berjalan, bukan lagi memotivasi, tapi malah bikin sakit hati.

19 May 2026

19 Mei 2020

19 Mei 2020 – 19 Mei 2026


19 Mei 2020, hari yang mengubah keseluruhan hidupku. Ketika usaha untuk sembuh tidak sesuai dengan hasil yang diharapkan. Ternyata malah menjadi hari terakhir kalinya aku dapat melangkahkan kaki dan menjadi terakhir kalinya aku dapat merasakan kaki dan tubuhku. Hal yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya.
Aku terjatuh di titik terendah dalam hidup.

Pernah kepikiran untuk mati saja? YA.
Tapi bahkan aku tidak tahu harus bagaimana caranya, karena aku TIDAK BISA APA-APA.
Dan aku juga sadar bahwa dosaku sudah cukup banyak. Siksa dunia-Nya pun sudah terasa segitu beratnya, apalagi dengan siksa akhirat-Nya kelak.

Seandainya....
Ahh....
Ada begitu banyak seandainya yang terlintas memenuhi pikiran. Tapi harus langsung sadar dan ingat ada sebuah hadits.
Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata, "Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini dan begitu". Tetapi katakanlah, "Qadarullah wa ma sya-a fa'ala (Allah telah mentakdirkan segalanya dan apa yang dikehendaki-Nya, pasti dilakukan-Nya)". Karena ucapan 'seandainya' akan membuka pintu perbuatan syaitan. (HR. Muslim)

05 May 2026

Mimpi Donghae dan Yesung Super Junior

Ini bener-bener mimpi absurd. Baru banget malam tadi. Tapi sayangnya aku ga terlalu inget detail awalnya gimana, cuma inget endingnya aja.

Jadi di mimpi malam tadi, entah aku di rumah siapa dan sama siapa aja, keknya ada beberapa orang. Biasanya aku bakal inget itu mimpi dengan kawan sekolah, kuliah, kantor, atau keluarga, atau malah gabungan orang-orang yang kukenal. Tapi kali ini lupa.

Yang kuinget saat itu aku inget ada PR dan aku harus nyusun buku dalam tas sesuai jadwal pelajaran besok. Ahh mimpi ini lagi, salah satu dari sekian mimpi yang sering berulang beberapa tahun lalu. Biasanya ini jadi mimpi buruk, tapi kali ini tidak. 

30 January 2025

MIMPI ANEH

Mimpi / Bunga Tidur


Udah lamaaa banget pengen nulis tentang ini, tapi baru kesampaian sekarang, setelah lewat 3-4 tahun. Kwkwk. Minat menulis sudah benar-benar nyaris hilang. Jadi kali ini aku akan cerita tentang mimpi, mimpi buruk khususnya. Tahun 2020-2021 aku sering banget mengalami beberapa mimpi yang sama dan berulang hampir setiap malam. Dengan versi berbeda-beda, biasanya cuma beda lokasi atau orang-orang yang masuk dalam mimpinya. Sampe tahun 2022 masih pernah terulang sesekali, tapi udah jarang banget.


24 December 2022

Hidup WARAS

Tidak mengharap hal-hal manis akan terjadi layaknya kisah di novel atau kdrama, karena ini di dunia nyata. Dengan kondisi seperti sekarang ini sudah tidak layak mengharap apa-apa. Bisa bertahan menjalani hidup hari demi hari dengan tetap WARAS pun sudah lebih dari cukup.

Melewati tahun 2020 dan 2021 dengan berat dan penuh tekanan. Bahkan pikiran terburuk pun sempat terlintas di masa-masa awal. Rasa sakit fisik dengan skala yang lumayan tinggi dan terjadi selama 24/7 alias setiap hari dan setiap waktu, ditambah sakit mental karena kata-kata yang melukai, menyakiti, dan menjatuhkan. Benar-benar sesuai dengan istilah sakit tapi tak berdarah.

Tapi Alhamdulillah tahun 2022 ini semua sudah menjadi lebih baik. Rasa sakit dengan skala 7 selama 24/7, lama-lama rasanya jadi skala 3 atau 4. Entah rasa sakitnya yang memang berkurang atau karena sudah terlalu seringnya dan semakin terbiasa, jadi semakin tahan dan sudah seperti menjadi bagian dari diri. Dan sekarang sudah tidak ada lagi kata-kata yang akan menambah luka.

Berharap semua kondisi akan terus menjadi jauh lebih baik lagi. Fisik dan mental menjadi semakin kuat untuk bertahan hidup tetap WARAS.

28 February 2022

Crochet

Ada yang suka crochet? Aku baru belajar tahun lalu. Karena sekarang sehari-hari sudah ga punya aktivitas apa-apa, jadi nyoba nyari kesibukan. Tetiba aja kepengen ngerajut. Nontonin youtube, searching di google. Ternyata beda antara knitting dan crochet. Dan entah aku lebih tertarik dengan crochet. Langsung checkout alat dan bahan di olshop.

Selagi nunggu paketan dateng, rajin nontonin youtube, mulai dari bikin beanie atau kupluk, sweater, tas, dll. Banyak kali bayangan yang mau dibikin, kek gampang kali gitu. Dan setelah barang datang dan nyoba bikin untuk pertama kalinya, ternyata ga semudah itu kawan. Hahaa...

27 February 2022

layangan Budi untuk Ani #30haribercerita #30hbc22mengarang

Layangan Budi untuk Ani



Layangannya tersangkut di awan, Budi lari ke puncak gunung untuk melihat layangannya lebih dekat. Gulungan benang di kayu sudah dia tancapkan ke tanah sebelumnya. Dia mengambil teropong untuk melihat layangannya dengan lebih jelas. Meski samar tertutup awan, masih bisa terlihat wajah Ani terlukis disana. Seorang wanita yang selalu mengisi hatinya.

Budi sedang mendaki gunung bersama teman mapala di kampusnya. Dia sengaja membawa layangan yang terlukis wajah Ani karena mengirim foto tulisan di kertas sudah terlalu mainstream. Budi mengambil beberapa foto dan video estetik layangannya. Wajah Ani nampak sangat cantik terbang di langit berselimut awan.

09 November 2021

Oohh Horner Sindrom Namanya

Ada yang pernah denger tentang Horner Sindrom? Pernah mengalami? Seumur hidup baru tau. Bahkan setelah merasakannya selama setahun, baru tau ooh ternyata ini horner sindrom.

Menurut web alodokter, Horner sindrom adalah kerusakan pada jalur jaringan saraf dari otak menuju ke wajah. Sindrom ini terjadi pada pasien yang menderita penyakit, seperti stroke, cedera saraf tulang belakang, atau tumor. Gejala sindrom Horner ditandai dengan mengecilnya pupil mata sebelah saja. Gejala lain yang bisa dirasakan oleh penderita sindrom Horner ialah jumlah keringat yang keluar lebih sedikit serta kelopak mata tampak merosot di salah satu sisi wajah.

12 November 2020

Aku Tak Lagi Sama

Merasa sehat dan sehat yang sesungguhnya itu ternyata beda.
Dan aku masih sering lupa.
Kondisi dan situasi yang kini berbeda.
Tak lagi dirasa-rasa.
Semuanya nampak biasa, tapi ternyata tak lagi sama.
Dan lagi aku masih sering lupa.

21 October 2020

Apa Kabar?

Sekarang bingung mau jawab apa kalo ada yang nanya "Apa kabar?".

Mau jawab "Sehat", tapi kan padahal engga.

Mau jawab "Baik", tapi kan engga juga.

Jawaban aman sih paling cuma jawab "Alhamdulillah" aja udah.

Atau buat yang tau kondisi kadang jawab "Ya masih kek gini lah".

Apalagi kalo ada yang nanya lagi,

23 August 2020

Betis Pemain Bola

Dulu gak suka banget sama betis yang gedenya kayak pemain bola. Gak pede dengan cewe cewe yang betisnya cuma segede lengan gua doang. Kadang orang yang lebih gemuk aja betisnya masih gedean gua. Saking gedenya, hahaa. Maklum dari kecil TK-SD-SMP ke sekolah jalan kaki pulang pergi. SMA-kuliah naik angkot atau bus tapi mesti jalan kaki dulu keluar komplek. Yaa lumayan jauh juga. Alhasil terbentuklah betis pemain bola. Dan kayaknya ada faktor keturunan juga, sekeluarga betisnya gede semua. Hahaaa.

10 April 2020

Ujian lagi....

Ketika ujianku naik tingkat....

Ya Allah, belum hilang dari ingatan perjuangan panjang dan berliku tiga tahun yang lalu. Atas kuasa-Mu ujian itu berhasil dilalui walau dengan banyak tangis. Semoga Allah ampuni dosa-dosaku yang lalu dan aku tidak termasuk orang yang kufur karena begitu banyak keluh kesah dalam menghadapi ujian-Mu.

Kali ini aku kembali Kau uji dengan hal yang sama. Bahkan dengan perjalanan yang makin berliku, makin panjang, makin berat. Sekuat itukah saya Ya Allah hingga Kau uji aku lagi? Ampuni hamba yang masih saja berkeluh kesah dan tidak bersabar. Aku tau Kau takkan menguji diluar kemampuan hamba-Mu. Tapi ini berat Ya Allah. Beri aku kekuatan, beri aku kesabaran, beri kami kemudahan.

22 April 2019

3 Babak Permainan

Permainan puzzle ku dulu telah lama berhenti. Tak ada lagi kepingan puzzle yang kutemukan untuk kususun kembali. Puzzle yang dulu mulai nampak bentuknya kini berantakan lagi. Lalu kusimpan saja kepingan-kepingan puzzle yang pernah tersusun. Entah akan ada kepingan lain yang muncul lagi, atau permainan ini telah berhenti karena takkan ada sisa kepingan lagi.

Lalu

31 March 2019

Untaian Bait Untuk Muslimah Yang Sedang Menanti

Wahai muslimah…
Permata akan tetap menjadi permata,
Walaupun harganya mahal, mendapatkannya harus bersusah payah
Setelah didapat, menjadi barang berharga yang terus dijaga

Coba kita bandingkan
Pecahan kaca tidak akan pernah menarik perhatian, padahal kilauannya sekilas sama
Walaupun ia hampir tak berbayar
Bahkan ketika ia berserakan di depan mata
Kalaupun disimpan, bisa bahaya sehingga perlu waspada

Jika permata dan pecahan kaca adalah perumpamaan manusia,
Engkau pilih jadi yang mana?

Wahai muslimah…

26 March 2019

Dialog Aku kepada aku

"Sakit kan?"
Mengangguk.
"Lalu?"
Menggeleng.
"Yasudah berhenti saja."
Diam.
"Apa yang membuatmu masih bertahan? Apa lagi yang kau harapkan?"
Entahlah.
"Aku gak mau melihatmu terus menyakiti dirimu sendiri. Jadi sudahlah."
Menunduk.
"Semua ini gak akan berhasil."
Aku tahu.
"Lalu?"

02 February 2019

Cerpen : Bubble.Gums, Gank Jaman SMA

Hari Sabtu siang, aku sedang makan di restoran ayam goreng yang terkenal seantero Indonesia, Kaefce. Aku mengambil tempat duduk agak sudut di dalam. Hari ini libur kerja, tapi aku membawa laptopku, laptop kantor lebih tepatnya, bukan untuk kerja. Hanya iseng menyendiri sambil mencari ide tulisan baru untuk mengisi blogku, yang mungkin pembacanya cuma aku doang.

Beruntung siang ini gak terlalu rame karena sudah lewat jam makan siang. Jauh di depan dari tempatku duduk ada mama papa muda sedang menyuapi gadis kecilnya. Lalu di ujung dekat jendela ada pasangan ABG yang ngobrol-ngobrol sambil menikmati es krim dan kentang goreng. Tak lama kemudian masuk rombongan adek-adek cewek SMA berpakaian coklat Pramuka duduk di meja panjang gak jauh dari tempat dudukku, sekitar tujuh atau delapan orang. Aku masih bisa mendengar jelas obrolan dan candaan mereka. Suara mereka memang terdengar cukup keras dan berisik. Sesekali mereka berfoto-foto dan ketawa terbahak-bahak. Terkadang aku jadi ikut menahan tawa mendengar celoteh aneh mereka.

Aku jadi terkenang jamanku SMA.

27 January 2019

Cerpen : Budi dan Ibu Budi (Bumi dan Langit)

Bumi dan Langit



Harap tenang, Budi dan ibunya sedang berada di rumah seorang gadis yang selama ini selalu mengisi hati dan pikirannya. Hari ini Budi memantapkan hatinya untuk melamar si gadis. Ditemani ibunya, karena sang ayah telah tiada. Tak lupa ibu Budi membawa serantang makanan sebagai buah tangan untuk keluarga si gadis. Hanya masakan sederhana jualan ibu di pasar, karena hanya itu yang mereka mampu berikan.

Di hadapan kedua orang tua si gadis, wajah Budi nampak begitu canggung. Tapi ia berusaha memberanikan diri untuk mengungkapkan maksud kedatangannya kemari. Sayangnya, niatnya tak disambut baik. Ayah si gadis menolak lamaran Budi. Budi hanya tertunduk lemah. Ibu Budi menahan air mata. Si gadis hanya terdiam. Entah bagaimana perasaannya pada Budi.

16 January 2019

Cerpen : Rindu

Dek : Mas, aku rindu....
Mas : Tumben. Kamu kenapa Dek? Ada yang mau kamu ceritain?
Dek : You know me so well ya Mas.
Mas : Ada apa, ceritalah. Apa perlu telfon atau video call?
Dek : Gapapa sih Mas. Cuma lagi kangen aja. Pengen whatsappan gini aja ngobrol2.
Mas : Maafin aku ya Dek. Aku ga bisa ada di deket kamu saat kamu butuh.
Dek : Jangan bilang gitu lah. Dimana pun kamu berada, kamu yang selalu siap sedia denger keluh kesahku.

06 January 2019

Cerpen : Kau Membuatku Menulis Lagi

Aku berdiri di depan lemari kaca yang berisi berbagai buku yang berjejer rapi. Ada novel, nonfiksi, biografi, majalah, dan lain-lain. Semuanya sudah selesai kubaca. Bahkan ada beberapa buku yang kubaca berulang. Sebagian adalah karya penulis ternama dan beberapa lainnya adalah karyaku sendiri. Kuamati satu persatu judul, hingga pandanganku berhenti pada sebuah buku bersampul warna putih. Aku menariknya dari lemari. Tertulis dengan warna merah judul buku di bagian atas sebelah kiri, "Kau Membuatku Menulis Lagi". Dan di bawahnya terdapat nama si penulis, Nevada. Itulah aku.

Novel ini adalah karyaku yang baru terbit beberapa bulan lalu. Aku sudah menjadi penulis sejak masih duduk di bangku SMA. Beberapa cerita yang kukirim ke redaksi dimuat di majalah. Kemudian sepuluh tahun lalu aku telah berhasil menerbitkan buku karya pertamaku dan kini sudah ada delapan buku yang pernah beredar di toko-toko buku ternama. Aku menatap lagi buku di tanganku, kusentuh tulisannya yang agak timbul. Buku ini mengingatkanku pada kisah tiga tahun yang lalu. Kala itu aku menghentikan hidupku sebagai penulis.

01 January 2019

Cerpen : Dia.Lo.Gue (2)

Dia.Lo.Gue Versi 2

Hari ini kamu mengajakku bertemu. Aku datang lebih dulu dan menunggumu di sebuah cafe. Ku pikir hanya akan ada kita berdua. Tapi ternyata setelah kamu datang, kamu membawa seorang wanita. Nampaknya kamu juga gak bilang padanya. Terlihat jelas dari wajahnya yang melihatku dengan heran.

Dia : "Siapa dia Yang?"
Lo : "Bukan siapa-siapa Beb. Ini temenku, Vina." (Kamu tersenyum ramah).
Gue : (Aku gak tahu haru bersikap gimana, hanya menatapmu dan dia bergantian).
Lo : "Kenalin Dek, ini Nurul, cewekku yang sering ku ceritain ke kamu." (Kamu mengenalkan dia padaku dengan begitu santainya).
Dia : "Beneran cuma temen? Temen apa?" (Dia seperti menatapku dengan wajah gak senang).
Lo : "Temen cerita aja Beb. Iya kan Dek?" (Kamu bertanya padaku hanya untuk meyakinkannya).
Gue : "Oh iya Mbak. Aku cuma temenan biasa aja dengan Bang Aryo." (Aku mencoba tersenyum padanya. Wajahnya masih nampak gak bersahabat).
Lo : "Aku pengen kalian berdua saling kenal."
Gue : "Maaf. Aku pamit duluan aja Bang, biar gak ganggu kalian." (Aku langsung berlari keluar).
Lo : "Dek...!